Efisiensi Energi

Mengendalikan Biaya HVAC dengan Data Operasional Gedung

Mengendalikan Biaya HVAC dengan Data Operasional Gedung

Tagihan listrik menunjukkan berapa biaya yang dibayar perusahaan. Namun, angka tersebut belum menjelaskan apakah sistem HVAC beroperasi secara efisien.

Bagi COO dan tim operasional, tantangannya adalah menjaga kenyamanan pengguna sekaligus mengendalikan biaya dan gangguan layanan. Untuk mencapai itu, evaluasi HVAC perlu menghubungkan konsumsi energi dengan jam operasi, tingkat penggunaan gedung, dan kondisi peralatan.

Bangun baseline yang bisa dibandingkan

Kumpulkan data konsumsi energi, jam operasi, okupansi, dan keluhan kenyamanan. Jika tersedia, gunakan meter terpisah untuk sistem HVAC agar perubahan kinerjanya lebih mudah terlihat.

Perbandingan antarbulan perlu mempertimbangkan perubahan cuaca dan aktivitas gedung. Konsumsi listrik yang meningkat saat jam operasi bertambah tidak otomatis menunjukkan penurunan efisiensi.

U.S. Department of Energy menjelaskan bahwa metrik kinerja membantu menilai efektivitas tindakan efisiensi energi dan menemukan peluang perbaikan pada gedung eksisting. (Sumber: U.S. Department of Energy, https://www.energy.gov/cmei/buildings/commercial-building-performance-monitoring-and-evaluation)

Cari ketidaksesuaian antara jadwal dan kebutuhan

Periksa apakah sistem menyala terlalu awal, tetap beroperasi setelah aktivitas selesai, atau melayani area kosong dengan pengaturan yang sama seperti area penuh.

Penyesuaian jadwal dapat menjadi tindakan awal yang praktis, tetapi harus mempertimbangkan kebutuhan masing-masing zona. Ruang dengan peralatan sensitif, aktivitas di luar jam kerja, atau kebutuhan kelembapan tertentu mungkin memerlukan pengaturan khusus.

Tetapkan penanggung jawab yang boleh mengubah jadwal dan setpoint. Tanpa pengendalian perubahan, pengaturan yang sudah diperbaiki dapat kembali bergeser.

Hubungkan pemeliharaan dengan hasil

Laporan pemeliharaan akan lebih berguna jika mencatat kondisi sebelum dan sesudah pekerjaan. Selain status selesai, sertakan temuan seperti kondisi filter, fungsi damper, akurasi sensor, dan gangguan berulang.

EPA menyediakan panduan bagi pengelola gedung untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam bangunan komersial. Pendekatannya mencakup profil kondisi gedung dan rencana pengelolaan kualitas udara. (Sumber: EPA, https://www.epa.gov/indoor-air-quality-iaq/building-air-quality-guide-guide-building-owners-and-facility-managers)

Gunakan dashboard yang ringkas

Dashboard operasional dapat memuat:

- Konsumsi energi dan biaya per periode.
- Jam operasi HVAC.
- Jumlah keluhan kenyamanan per zona.
- Gangguan berulang dan waktu penyelesaiannya.
- Penyelesaian pemeliharaan terjadwal.

Nilai indikator tersebut bersama-sama. Penurunan konsumsi energi perlu diperiksa bersamaan dengan kondisi kenyamanan dan kualitas udara agar hasilnya benar-benar mendukung operasional.

Langkah berikutnya: pilih satu area sebagai pilot, perbaiki pengaturannya, lalu bandingkan kinerja pada kondisi penggunaan yang sebanding.

A BETTER BUILDING STARTS WITH A BETTER QUESTION

Want this looked at properly?

Numbers are a starting point. A building assessment connects them to how your building actually operates.

Request Building Assessment